Welcome

This is my blog, Enjoy it...

15 Feb 2010

Ga ada salahnya menunggu

"Orang bilang menunggu itu pekerjaan yang membosankan, tetapi untuk suatu hal, ga ada salahnya juga untuk menunggu."


Siapa yang setuju bahwa menunggu itu sangat membosankan? Mayoritas masyarakat pasti akan menjawab setuju. Mereka berpikir bahwa banyak waktu yang akan terbuang jika mereka melakukan hal tersebut. Lebih baik melakukan yang lain sembari menunggu sebagai contoh: Ketika menunggu jeda pelajaran yang cukup panjang anggaplah 3 jam, kita bisa makan dulu, atau ngerokok dulu, baca buku, atau juga ngerjain tugas yang belum selesai dikerjain. Istilahnya sambil menyelam minum air.

Dalam berbagai kesempatan, menunggu sangat erat kaitannya dengan nyawa seseorang. Misalnya ketika sedang sedang berada di lampu merah, kita menunggu lampu tersebut untuk menyala hijau. Apabila kita tidak mau menunggu, langsung terobos saja, bisa saja nyawa melayang. Jadi alon-alon asal kelakon (biar lambat asal selamat).

Menunggu berarti juga melatih kesabaran. Ada ungkapan yang mengatakan "Orang sabar pantatnya lebar". Tampaknya ungkapan ini sedikit "menggelitik" saya, secara pantat saya lebar gitu loh...(baca: Pantat besar, siapa takut). Entah berhubungan atau tidak, tapi banyak orang bilang saya termasuk orang yang sabar, menurut survei yang saya peroleh dari teman-teman saya sih begitu. Tapi saya percaya orang yang sabar, pantatnya gak mesti besar koq, yang minimalis (atau tepos), pasti juga ada yang sabar.

Tadi di awal sudah dibahas bahwa menunggu berkaitan dengan efisiensi waktu, nyawa, dan kesabaran, tetapi bagaimana dengan cinta. Apakah cinta harus menunggu? Saya jawab harus. Cinta itu bukan sesuatu yang yang bisa dipaksakan, cinta tidak selalu datang kapanpun yang kita mau. Tidak sekedar kita berdoa: "Tuhan, saya ingin cinta segera datang ke saya sekarang juga", langsung cinta tersebut datang. Untuk mendapatkan cinta dari seseorang, kita harus bersabar. Sampai kapan kita harus bersabar? Manusia pasti kan punya batas kesabarannya sendiri. Tidak peduli seberapa lama kau menunggu cinta tersebut, tetapi yang pasti cinta sejati tersebut pasti akan datang. Seperti lagunya Ridho Rhoma - menunggu, ~sekian lama aku menunggu, untuk kedatanganmu~ (kebetulan ketika menulis ini, saya sedang mendengarkan lagu tersebut). Percayalah hidup, mati, jodoh, rejeki, sudah ditentukan dari yang di atas.

Apa yang saya tulis ini hanya sedikit contoh yang menunjukkan bahwa menunggu itu sangat berarti. Ini hanyalah sebutir pasir di dunia. Masih banyak contoh lain yang bisa kau peroleh dan maknai dalam hidup ini.

4 komentar:

  1. sungguh dahsyat tor ... apalagi di bagian : "anggaplah 3 jam, kita bisa makan dulu, atau ngerokok dulu, baca buku, atau juga ngerjain tugas yang belum selesai dikerjain. " wah ada satu bagian yg kena banget dah ama gw .. ahhahah .. keep posting gan ...

    BalasHapus
  2. makasih loh raf, n kyknya eh bukan deh pastinya saya tau bagian mana yg anda maksud....wwkwkwk

    BalasHapus