Welcome

This is my blog, Enjoy it...

21 Des 2010

Kemenangan Indonesia Karena Naturalisasi?

Kesuksesan timnas di ajang Piala AFF (Asean Football Federation) Suzuki Cup 2010 membuat masyarakat Indonesia bersukacita, namun di sisi lain menyebabkan kekecewaan bagi beberapa pihak. Mereka menyayangkan kehadiran pemain naturalisasi dalam timnas. Naturalisasi dianggap sebagai cara instan menjadi juara. Seolah-olah mereka mempertanyakan, apa hanya dengan cara naturalisasi, timnas kita bisa berprestasi?

Memang, timnas Indonesia sudah haus akan gelar. Sudah beberapa tahun terakhir, timnas tidak mendapat prestasi yang cukup membanggakan. Ajang AFF kali ini diharapkan menjadi titik tolak keberhasilan timnas mengharumkan prestasi di ajang internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, PSSI kemudian menaturalisasi pemain asing.

Naturalisasi pemain sebenarnya bukan hal yang baru di dunia sepakbola. Beberapa tim nasional Eropa bahkan memasukkan pemain campuran maupun pemain naturalisasi di dalam squad utamanya. Sebagai contoh Mesut Oezil, asal Turki tetapi bermain untuk timnas Jerman dan Deco, asal Brazil tetapi bermain untuk timnas Portugal. Pada piala AFF ini sendiri, ada tiga tim yang menggunakan pemain naturalisasi yaitu Singapura, Filipina, dan Indonesia.

Keberadaan pemain naturalisasi tidak menjamin sebuah tim akan menjadi juara, terbukti dengan tersingkirnya Singapura pada babak penyisihan. Pada pertandingan semifinal antara Indonesia dan Filipina pun, timnas kita berhasil memenangkan pertandingan. Sebagai perbandingan, sembilan dari 11 squad inti timnas Filipina merupakan pemain naturalisasi yang berlaga di liga eropa, sedangkan Indonesia hanya menggunakan dua pemain naturalisasi.

Banyak pihak yang mencibir kemenangan Indonesia berkat pemain naturalisasi. Saya sendiri mengakuinya karena memang gol kemenangan diciptakan oleh Christian Gonzales, salah satu pemain naturalisasi kita. Akan tetapi menurut saya sepakbola adalah permainan tim. Satu pemain asing berbakat tak berarti apa-apa tanpa dukungan dan kerja sama dari 10 pemain lainnya, seluruh official tim, serta suporter.

Saya tidak menolak keputusan PSSI yang menggunakan pemain naturalisasi, selama pemain tersebut mau berjuang atas dasar rasa cinta dan bangganya terhadap tanah air. Setidaknya nasionalisme itu harus dibuktikan dulu pada diri tiap pemain sebelum bergabung dengan tim nasional Indonesia, agar nanti ketika bertanding di tengah lapangan dalam diri tiap pemain akan melangkah dan berlari dengan bangga dengan kostum berlambang Garuda di dada.

Sebagai rencana jangka panjang, PSSI harus giat melakukan pembinaan anak muda agar dapat menghasilkan pemain berbakat dan memiliki semangat yang tinggi dalam membela merah putih. Indonesia punya lebih dari 250 juta penduduk dan PSSI pasti bisa mendapatkan 22 putra terbaik bangsa. Saya percaya Indonesia bisa melakukan hal itu. Bravo sepakbola Indonesia!


NB: Dibuat untuk tugas creative writing, tp saya cm inisiatif posting di blog.

1 komentar: