Kalian sadar ga sih bahwa setiap manusia tuh dilahirkan dengan keunikannya masing2. Coba kalian bayangin klo semua manusia itu dunia ini sama, yah ga seru banget. Makanya dengan adanya keunikan itu bisa bikin hidup berwarna.
Bicara soal keunikan, tubuh gw ini juga ternyata juga memilikinya. Gw mo berbagi kepada kalian tentang keunikan dalam diri gw (mungkin beberapa orang ada yang sama kyk gw, boleh komen juga^^):
1. Gw memiliki simian line pada kedua tangan gw Apa sih simian line itu? Dengan bantuan om gugel, gw mencoba mencari informasi tentang itu. Kebanyakan orang, memiliki dua garis utama di permukaan telapak tangannya yakni Head line (yang berawal diantara jempol dengan telunjuk, terus ke bagian tengah telapak tangan) dan Heart Line (yang berawal di bawah kelingking). Nah, garis tangan gw justru menyambung jadi satu antara Head Line dan Heart Line. Nah itulah namanya Simian Line.
Gambar 1. Simian Line
Berdasarkan informasi, hanya sekitar 14 % orang di Asia yg memiliki garis tangan ini. Jarang orang yg punya simian line pada kedua tangannya, biasanya hanya sebelah kanan atau kirinya saja. Biasanya ada orang yg pandai untuk membaca garis tangan, nah klo garis tangan gw yang unik ini artinya apa ya??? :)
2. Gw bisa menarik tangan dan jari gw ke arah belakang (sekitar 90 derajat) Tangan gw seperti tak bertulang, banyak juga teman2 yg menjuluki gw manusia burung karena hal ini. Bagi orang2 biasa mungkin tangan mereka akan sakit, tp gw ga tuh. Dulu gw ga sengaja bisa melakukan hal ini, seinget gw sih kyknya SD g mulai melakukan hal itu. Biasanya gw lakukan itu klo agak pegel karena kelamaan duduk.
3. Kedua telapak tangan gw bisa menyentuh lantai (posisi badan dalam keadaan berdiri, dan kaki tidak ditekuk). Untuk ukuran orang yg badannya cukup besar, gw itu termasuk lentur. Temen2 gw rata2 ga bisa melakukannya, kalaupun bisa menyentuh biasanya hanya seujung jari saja. Entah kenapa gw bisa melakukan, apakah tangan gw yang terlalu panjang atau kaki gw yg terlampau pendek???
Sejauh ini sih itulah keunikan yg bisa gw dapatkan dalam diri gw. Banyak orang yang menganggap hal itu, aneh, menggelikan, tp gw sih asik2 aja, secara ini adalah karunia dari Tuhan yang sepatutnya kita syukuri.
Jurnalisme adalah bidang disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang, termasuk tren, masalah, dan tokoh. Definisi tersebut saya ambil dari wikipedia.com. Orang yang melakukan pekerjan jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.
Entah mengapa saya tertarik untuk membahas mengenai jurnalisme. Mungkin karena saya tertarik untuk memilih bidang peminatan ini pada semester berikutnya. Tapi intinya saya ingin berbagi sedikit pengetahuan saya mengenai jurnalisme.
Saya akui bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh jurnalis bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Terutama berkaitan dengan deadline. Ya, deadline. Seorang jurnalis pasti tidak akan pernah lepas dengan hal ini. Mereka dituntut untuk segera menghasilkan berita yang baik dalam batas waktu tertentu. Waktu menjadi pegangan dalam hidup mereka.
Pada pembelajaran pengantar jurnalistik yang saya dapatkan, dosen saya menjelaskan mengenai sembilan elemen jurnalistik. Elemen-elemen tersebut itu peroleh dari “The Elements of Journalism”, sebuah buku yang ditulis oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (buku ini sudah secara universal menjadi pegangan bagi para jurnalis, terutama di negara demokrasi), ada sembilan elemen jurnalisme. Sembilan elemen ini diperlukan agar seorang jurnalis memenuhi kewajiban mereka dalam penyediaan informasi bagi orang-orang. Sembilan elemen tersebut adalah:
1. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran. 2. Loyalitas utama jrnalisme adalah pada warga negara. 3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi. 4. Jurnalis harus menjaga independensi dari objek liputannya. 5. Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari kekuasaan (sebagai watchdog) 6. Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi. 7. Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan. 8. Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional. 9. Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani personalnya.
Abu-abu merupakan salah satu warna kesukaan saya. Orang bilang abu-abu itu warna tikus, ya memang tikus seringkali digambarkan dengan warna demikian. Tidak ada alasan khusus saya menyukai warna ini. Hanya saja menurut saya, warna ini dapat memberi kehangatan (entah inspirasi dari mana saya bisa berpikiran seperti ini).
Warna ini mengingatkan saya akan sifat manusia. Seperti yang kita tahu, abu-abu merupakan perpaduan dari hitam dan putih. Begitu pula dengan manusia, perpaduan dari "hitam" dan "putih". "Hitam" berarti jahat dan "Putih" berarti baik (Saya bukan men-stereoptipe-kan kedua warna ini, hanya saja sebagian besar orang mengatakan demikian). Satu hal yang saya percaya dalam diri manusia, mereka tidak akan sepenuhnya "hitam" ataupun "putih". Tidak ada manusia yang mutlak jahat ataupun baik, hanya mayoritas.
Warna abu-abu tadi hanya sedikit menggambarkan sifat manusia. Hidup manusia itu sebenarnya sangat berwarna. Banyak kisah yang dialami dan dimaknai berbeda oleh orang yang berbeda pula.
When you love someone Just be brave to say that you want him to be with you When you hold your love Don’t ever let it go Or you will loose your chance To make your dreams come true
Endah and Rhesa - When You Love Someone
Kalimat di atas adalah bagian reff dari lagu When you love someone karya Endah and Rhesa. Lagu ini memiliki arti yang mendalam terutama bagi orang yang sedang kasmaran. Apakah kalian pernah mengungkapkan perasaan hati kalian kepada orang yang kalian sayangi? Ada yang pernah tetapi ada pula yang belum. Mengapa belum? Apakah kalian malu? Atau kalian takut?
Seseorang biasanya malu dan takut untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia sayangi. Malu karena ia bisa salah tingkah dan terlihat bodoh dalam mengungkapkan perasaannya. Takut karena orang yang ia sayangi bisa marah mendengar pengakuan langsung dari kita, ataupun takut tidak mendapat respon positif dari orang yang kalian sayangi.
Hilangkan perasaan malu dan takut seperti itu. Malu dan takut adalah hal yang biasa bagi manusia. Tinggal bagaimana kalian menghadapi rasa malu dan takut tersebut.
Kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya. Kalaupun datang semuanya pasti akan berbeda.
Tidak ada salahnya jika kalian mau mengungkapkan perasaan tersebut. Jika diterima, syukurilah itu dan kalaupun tidak, yang penting dia tahu perasaan kita terhadapnya. Sama seperti orang berdemo, terlepas dari tuntutan mereka terpenuhi atau tidak, tapi mereka berani untuk mengutarakan uneg-unegnya. Hasil akhir urusan belakangan yang penting apakah kalian berani mengungkapkan.
Kalian tidak akan pernah tahu, kalau belum mencobanya.
Jadi tunggu apa lagi...
Terjemahan:
Jika kalian suka sama seseorang, katakanlah itu kepada seseorang yang kalian suka. Ketika kalian menahannya, jangan biarkan perasaan itu pergi, karena kalian bisa kehilangan kesempatan, membuat impian kalian menjadi kenyataan.
Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, yg tidak pernah luput dari kesalahan/kelalaian. Kelalaian bisa disebabkan karena seseorang itu terlalu euforia terhadap hal yang lain, ataupun terlalu fokus pada hal lain, sehingga yang lainnya terabaikan. Kelalaian akan menyebabkan kehilangan. Sesuatu yang hilang itu bisa bermacam-macam, bisa benda2 yg bentuknya kecil seperti kunci, flashdisk, uang, ataupun juga yang orang yang spesial, seperti pacar, ataupun orangtua. Bahkan bisa untuk hal2 yang sifatnya sensitif seperti kehilangan muka, harga diri, dan juga keperawanan (jangan sampe deh, amit2...tok3x)
Dalam hidup, semua orang pasti pernah kehilangan sesuatu, baik itu sesuatu yang berarti ataupun yang tidak. Tingkatan kehilangan tersebut bisa bermacam-macam, tergantung seberapa penting sesuatu yang bilang tersebut. Untuk sesuatu yang sederhana, pasti rasa kehilangannya tidak akan terlalu mendalam dibandingkan dengan sesuatu yang berarti. Sebagai contoh: ketika kalian kehilangan orangtua (meninggal), dengan kehilangan uang 100ribu rupiah, pasti rasa kehilangan orangtua akan dirasakan lebih dalam.
Proses kehilangan akan melewati tahapan2 tertentu, dibagi dalam 5 tahap:
1. Menyangkal. Orang tersebut akan meragukan sesuatu tersebut telah hilang. Ia tidak percaya dengan kehilangan tersebut. Biar orang berkata "Percuma dicari", itu tidak akan didengarkannya. Ia akan terus mencari, semuanya dia buka, semuanya dia cek, bahkan seluruh isi rumah bisa dibongkar bila perlu.
2. Marah Isi rumah, kantor, bahkan tempat lain telah diselusuri, tetapi tetap tidak ketemu juga, akan menyebabkan orang itu marah. Orang sekitar bisa menjadi korban kemarahan, barang2 dibanting, bahkan Tuhan juga bisa dimarahi olehnya. Pada tahap ini puncak emosinya bisa sangat meledak-ledak.
3. Menawar Tentu orang akan lelah bila terus marah2. Setelah capek dia akan melakukan apa yang namanya "menawar". "Kalau itu bisa kembali lagi, saya akan menjadi anak yang baik", "Ya Tuhan, bila kau mengembalikannya aku akan rajin beribadah", dsb...dsb... Berbagai penawaran, permohonan, bahkan merayu terus dilakukan.
4. Sedih Ketika penawaran tersebut tidak berhasil, dia akan menangis, merasa sedih. Entah apa maksudnya itu, apakah agar yang lain kasihan, atau karena 3 langkah awal yang dilakukannya dirasa percuma. Rasa sedih ini bisa berlarut-larut, banyak orang coba menenangkan tapi mungkin tidak bisa.
5. Pasrah Ini merupakan tahap akhir. Air mata tampaknya sudah kering, tidak bisa menetes lagi. Orang mencoba untuk menerima kenyataan yang ada. Memang pahit rasanya, tapi itu yang harus diterima. Menatap ke depan dan tidak lagi melihat ke belakang, biarlah itu menjadi pelajaran.
Ini merupakan 5 tahap yang umumnya dirasakan setiap manusia. Akan tetapi ada yang perlu diingat bahwa tahap2 ini tidak benar2 valid untuk semua manusia karena manusia itu berbeda2. Ada yang ketika mencapai tahap ke 3 bisa kembali lagi ke tahap 1. Hal itu karena mereka yakin bisa mendapatkan barang yang hilang tersebut. Asal berusaha mereka pasti bisa.
"Orang bilang menunggu itu pekerjaan yang membosankan, tetapi untuk suatu hal, ga ada salahnya juga untuk menunggu."
Siapa yang setuju bahwa menunggu itu sangat membosankan? Mayoritas masyarakat pasti akan menjawab setuju. Mereka berpikir bahwa banyak waktu yang akan terbuang jika mereka melakukan hal tersebut. Lebih baik melakukan yang lain sembari menunggu sebagai contoh: Ketika menunggu jeda pelajaran yang cukup panjang anggaplah 3 jam, kita bisa makan dulu, atau ngerokok dulu, baca buku, atau juga ngerjain tugas yang belum selesai dikerjain. Istilahnya sambil menyelam minum air.
Dalam berbagai kesempatan, menunggu sangat erat kaitannya dengan nyawa seseorang. Misalnya ketika sedang sedang berada di lampu merah, kita menunggu lampu tersebut untuk menyala hijau. Apabila kita tidak mau menunggu, langsung terobos saja, bisa saja nyawa melayang. Jadi alon-alon asal kelakon (biar lambat asal selamat).
Menunggu berarti juga melatih kesabaran. Ada ungkapan yang mengatakan "Orang sabar pantatnya lebar". Tampaknya ungkapan ini sedikit "menggelitik" saya, secara pantat saya lebar gitu loh...(baca: Pantat besar, siapa takut). Entah berhubungan atau tidak, tapi banyak orang bilang saya termasuk orang yang sabar, menurut survei yang saya peroleh dari teman-teman saya sih begitu. Tapi saya percaya orang yang sabar, pantatnya gak mesti besar koq, yang minimalis (atau tepos), pasti juga ada yang sabar.
Tadi di awal sudah dibahas bahwa menunggu berkaitan dengan efisiensi waktu, nyawa, dan kesabaran, tetapi bagaimana dengan cinta. Apakah cinta harus menunggu? Saya jawab harus. Cinta itu bukan sesuatu yang yang bisa dipaksakan, cinta tidak selalu datang kapanpun yang kita mau. Tidak sekedar kita berdoa: "Tuhan, saya ingin cinta segera datang ke saya sekarang juga", langsung cinta tersebut datang. Untuk mendapatkan cinta dari seseorang, kita harus bersabar. Sampai kapan kita harus bersabar? Manusia pasti kan punya batas kesabarannya sendiri. Tidak peduli seberapa lama kau menunggu cinta tersebut, tetapi yang pasti cinta sejati tersebut pasti akan datang. Seperti lagunya Ridho Rhoma - menunggu, ~sekian lama aku menunggu, untuk kedatanganmu~ (kebetulan ketika menulis ini, saya sedang mendengarkan lagu tersebut). Percayalah hidup, mati, jodoh, rejeki, sudah ditentukan dari yang di atas.
Apa yang saya tulis ini hanya sedikit contoh yang menunjukkan bahwa menunggu itu sangat berarti. Ini hanyalah sebutir pasir di dunia. Masih banyak contoh lain yang bisa kau peroleh dan maknai dalam hidup ini.
Februari merupakan bulan kedua dalam kalender Masehi. Jumlah hari dari bulan ini lebih sedikit dari bulan lainnya, antara 28 atau 29 hari jumlahnya. Kalau tahun itu merupakan tahun kabisat, maka jumlah harinya adalah 29, jika tidak maka 28. Apa sih itu tahun kabisat dan bagaimanakah kita tahu bahwa tahun tersebut merupakan tahun kabisat atau tidak? Tahun kabisat adalah tahun dimana jumlah harinya adalah 366, bukan 365. Tahun 2010 ini bukan merupakan tahun kabisat, kita bisa lihat dari ketentuan-ketentuan yang ada di bawah ini. Penentuan tahun kabisat yaitu: (http://id.wikipedia.org/wiki/Kabisat)
Pertama, jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat.
Kedua, jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat.
Ketiga, jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.
Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat.
Banyak orang mengatakan bahwa Februari merupakan bulan yang penuh dengan cinta. Hal itu karena pada bulan ini orang merayakan hari valentine yang jatuh pada 14 Februari. Hari valentine atau disebut juga hari kasih sayang dimana seseorang mengungkapkan rasa cinta atau sayangnya kepada orang lain, bisa pacar, teman, orang tua, ataupun orang-orang di sekitarnya. Pengungkapannya bisa dengan memberikan coklat, bunga, kartu ucapan, ataupun hal-hal lain yang bisa mencerminkan rasa sayang tersebut. Pada tahun ini, hari valentine bertepatan dengan hari raya Imlek. Biasanya pada saat imlek yang ditunggu adalah angpao (bingkisan berupa uang sebagai hadiah tahun baru). Tapi jangan-jangan karena bertepatan dengan valentine, angpaonya adalah coklat lagi....hehehe Jadi apakah yang kau tunggu pada 14 Februari ini coklat, angpao, atau malah dua-duanya (ini mah namanya serakah...hihihi)???
Gw mo berbagi sedikit ttg masalah yg sedang gw alamin. Sebagian orang mungkin agak ga enak x ya klo ngomongin masalah ini, tp ttp aj g pengen sharing. Penasaran kan, makanya simak aj ya ceritanya.... Awalnya gw alamin ini semenjak SMP, banyak temen2 g yg bilang "Tor, pantat u gede amat sih..". Gw sih ga ambil pusing wktu tu, anggap angin lalu aja deh. Eh, ga taunya ketika SMA sekitar kelas 2, ada lagi yang nanyain masalah ini. Gw sih cuman senyum2, anggap becanda aja... Eh, ternyata pas kelas 3, ad juga yg nanya masalah ini, malah x ini dr guru gw sendiri. Gw pun mulai agak berpikir, masa iya segede itu, sampe guru gw jg ikut2an komen. Bener2 bikin gw kepikiran pada saat itu. Gw jg merasa agak ga pede klo misalnya jalan kemana2. Gw pake baju yg ukurannya agak besar begitupun dengan celana gw. Klo ngomongin soal celana tu, gw lebih suka pake celana yang model celana gunung atau ukuran 3/4. Pokoknya yang ukurannya gede gitu deh. Gw sebenarnya ga suka klo pake celana jeans, soalnya ukuran g tuh gede... Pernah gw ditanya sama mbak2 SPG nya, "nyari celana jeans yg ukurannya berapa, mas?". Gw jawab, "38". "Hah, ga kegedean mas??". Gw bilang aj, "Bwt titipan orang di rumah" (padahal aslinya bwt gw). Sebenernya mank timbul pertanyaan sih, "ukuran celana jeans gw koq 38??". Sebenernya c ukuran 34 atw 36 juga muat tp kurang nyaman bwt gw pake, terlalu ngepas gitu. Gw lbh suka yg agak besar, biar nyaman aja sih. Mank itu kan syarat sebuah pakaian, nyaman dipake.... Oke kita balik lgi... Pas kuliah sebenernya, gw sebenernya sudah mewaspadai masalah ini, apakah temen2 gw akan berkomentar yg sama ttg masalah ini. Awalnya sih semua berjalan mulus, ga ada yg nanya, syukur deh, pikir gw. Tp lama-kelamaan ada juga yg nanya... Yah, mo apalagi, gw sih hanya menjawab dengan senyuman aja deh klo ada yg nanyain masalah itu.... Gw sebenarnya dah berusaha untuk mengatasi pantat besarku ini loh dengan olahraga rutin di rumah, cari2 info gmn cr mengatasinya, tp ttp aj blom bisa teratasi... Ya klo dibandingin dengan teman2 yg lain c gw akui ukuran gw termasuk big size, walaupun bgtu ada jg sih temen kelas gw yg ukurannya jg big yaitu ******(nama disamarkan) , tp ya terima aj lah, toh gw jg dah berusaha mengatasi tp ttp ga berhasil.... Suatu ketika ada temen gw yg namanya Krisna, memberitakan kabar baik bwt gw. Dy liat berita di salah satu koran ibukota, berkaitan dengan masalah pantat besar. Isinya kira2 yaitu "Lemak di pantat dan paha jauh lebih baik dibandingkan lemak perut. Lemak di kedua area ini menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu pula, ukuran pantat yang lebih besar mengurangi risiko diabetes.". Wah gila ni artikel gokil, cocok bgt bg orang2 kyk g yg mempunyai masalah dengan pantat yg besar. Artikel lengkapnya bisa u baca di http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/15/2047/2/Pantat-Besar-Baik-untuk-Kesehatan. Setelah membaca artikel tersebut rasa percaya diri gw mulai tumbuh kembali. Ga malu gw punya pantat yg besar. Lebih baik pantat besar daripada perut besar....hehehe.... Satu hal lg yg bikin gw seneng, setidaknya gw punya jawaban yg ilmiah klo misalnya ada yg ngomong, "Kok pantat u besar sih.." Pantat besar, siapa takut....
Setiap orang di dunia ini pasti memiliki suatu cita-cita atau keinginan yang ingin diwujudkan. Apabila cita-cita itu dapat terwujud, pasti orang tersebut akan merasa sangat senang sekali. Satu hal yang menjadi keinginan setiap orang di dunia ini pasti adalah menjadi seseorang yang berhasil atau sukses. Namun ada perlu kalian ketahui, kesuksesan itu tidak bisa kita raih apabila kita hanya bermalasan-malasan saja, kita harus mau bekerja keras untuk meraihnya. Salah satu jalan untuk meraih kesuksesan adalah menuntut ilmu dari sejak dini. Dengan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dari sejak dini, kesuksesan pasti ada di depan mata kita. Banyak belajar dan tidak takut untuk mencoba itu adalah kuncinya. Kita harus banyak belajar, bisa dari membaca buku ataupun belajar dari orang-orang di sekitar kita agar ilmu yang kita serap bisa bertambah. Kita juga jangan takut untuk mencoba, karena semakin sering kita mencoba maka pengalaman yang kita dapat bisa semakin banyak dan kita bisa belajar dari pengalaman itu. Apabila kita melakukan kesalahan, anggaplah itu sebagai keberhasilan yang tertunda. Kita harus terus mencoba dan tidak patah semangat. Menuntut ilmu itu sama dengan mendaki gunung. Bila kita mendaki gunung pasti banyak rintangan yang akan menghadang di depan kita. Semakin tinggi gunung yang kita daki, semakin besar pula rintangan yang menghadang. Begitu pula menuntut ilmu, semakin banyak ilmu yang kita miliki, semakin banyak pula godaan yang menerpa. Tapi janganlah kita mudah putus asa, terus berjuang. Perjuangan yang kita lakukan pasti sepadan dengan hasil yang akan kita capai. Bila kita mendaki gunung, maka yang tujuan kita adalah bisa mencapai puncak gunung. Sedangkan bila kita menuntut ilmu, maka tujuan kita adalah meraih kesuksesan. Bila kita bisa meraih puncaknya, maka tentu kita akan merasa sangat puas dan senang karena kerja keras yang dilakukan berbuah hasil. Janganlah kita menjadi sombong apabila sudah meraih kesuksesan dan jangan lupa bersyukur kepada Tuhan karena atas berkat-Nya pula kita bisa berhasil.
Gw mau sedikit berbagi kisah pengalaman saat SMA, mank agak jadul sih, tp yg penting mah maknanya....hihihihi....
Ini pengalaman gw saat ikut Live in yg diadain sama SMA gw. Sejak sekolah ini berdiri, ini merupaka live in yg pertama kali loh, harus bangga gw....hehehe
Begini ceritanya....
Pada hari minggu 26 Okt 2008, kami seluruh siswa/siswi SMA Thomas Aquino berkumpul guna menjelang keberangkatan ke Kecamatan Hargobinangun,dalam rangka proses pembelajaran,live in. Kami berkumpul di sekolah pukul 15.00 WIB.
Para guru dan murid telah mempersiapkan dengan sangat baik segala hal yang diperlukan dalam kegiatan live in kali ini.Barang yang dibawa seperti pakaian serta makanan telah disiapkan secara baik oleh para peserta live in.Terlihat dari para guru dan murid sangat antusias.
Kelompok kami sendiri merasa sangat senang saat kami berkumpul di sekolah karena ada persaan pensaran dan antusias dari kami secara kelompok untuk mengikuti kegiatan live in.
Akhirnya setelah melakukan briefing dan berdoa bersama kami semua bersiap ,melakukan perjalanan yang sudah ditunggu-tunggu kami.Akhirnya sekitar pukul 15.50 kami meninggalkan sekolah untuk berangkat ke tempat tujuan.Kami menumpangi 4 bus untuk melakukan perjalanan.
Dalam perjalanan kami banyak bercanda untuk menghilangkan rasa jenuh selama perjalanan,maklum perjalan diperkirakan selama 18 jam.Diantara juga tak jarang ada yang tidur.
Pada malam hampir seluruh dari kami tertidur karena merasa lelah,capai,dan merasa mengantuk.Kami terbangun dari tidur pada saat bus yang kami tumpangi berhenti di pemberhentian atau tempat pengisian bahan bakar,untuk sekedar membuang air kecil atau bertemu teman yang berada di bus lain.
Pada perjalanan kami mendapat beberapa masalah.Bus yang kami tumpangi ada yang rusak pada mesin.Selain itu ada pula bus I yang mogok sehingga harus diganti oleh bus lain untuk melanjutkan perjalanan.Pada pagi hari kami kembali mendapat masalah dalam perjalanan bus II,III,IV dihukum polisi,karena melanggar aturan lalu lintas.
Setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan,dan cukup panjang kami tiba di desa Sumberan,Ponggol,dan Wonorejo.Kami sampai sekitar pukul 11.00.Ada berbagai macam perasaan yang kami alami.
Lalu kami langsung berkumpul di sebuah kapel di desa Ponggol,milik Romo Tan Sui I.
Kami berdoa dan mengucap syukur karena melalui perjalanan yang cukup lama kami akhirnya tiba,meski ada diantara teman dan guru kami yang berada di Bus I belum tiba karena adanya hambatan.Selain itu Romo memberi sambutan yang hangat dan menarik bagi kami,tergambar dari wajah Romo raut kegembiraan menyambut kami para peserta Live in.
Setelah itu kami dijemput oleh para orang tua angkat kami untuk dibawanya kami ke rumah kami masing-masing. Perkenalan di depan Kapel yang cukup singkat namun memberi kesan yang menarik,kesan bahwa bapak sangat ramah dan baik hati.Kami akan mendiami rumah keluaraga kami di desa Ponggol.Kami mendapat sambutan hangat dari keluarga baru kami.Kami juga berkenalan dengan Bapak Boiman yang akan menjadi ibu kami di sana.
Setelah perkenalan yang singkat dan hangat,Bapak Boiman mengajak kami untuk ikut mencari makan ternaknya yaitu sapi kesayangannya,yang sehari-hari digunakannya untuk membajak sawah.Kami mencari alang-alng ke dekat sawah milik Bapak Boiman.Disana saya melihat beberapa dari teman-teman saya yang berjalan-jalan untuk menikmati suasana di desa.Saya mendapat pengalaman unik yaitu mengaggkat rumput alang-alan dengan kepala,memang cukup berat tapi semua ini adalah sesuatu yang unik dan menarik.
Setelah itu kami dipersilahkan untuk berjalan-jalan oleh bapak,untuk sekedar menikmati keadaan di sana,tidak lupa kami menyantap hidangan yang telah di siapkan,sebelum kami berjalan-jalan.
Pada saat malam setelah kami makan malam bersama,kami mengikuti evaluasi bersama dipimpin Bapak Tory sebagai pembimbing.
Setelah itu kami pulang dan menghabiskan hari pertama dengan berbincang dengan keluarga.Sekitar pukul 09.00 kami masuk ke kamar untuk tidur.
Pada hari kedua kami bangun cukup siang,sekitar pukul jam 07.00,namun kami tetap bersemangat untuk ikut bapak yang sudah berladang di sawah.Ternyata menurut kebiasaan keluarga biasa bangun pukul jam 04.00.Kami merasa malu karena terlalu siang.Tapi setelah minum segelas the hangat,kami bergegas untuk ke sawah.Sesampainya di sawah kami melihat bapak sedang membajak sawahnya dengan sapinya.Kami gagal untuk mendapat pengalamn membajak karena sapi yang sulit untuk diatur jika bukan oleh bapak.Tetapi setelah pulang dan beristirahat ayah kami mengajak kami untuk mengambil alang-alang yang terdapat di daerah desa Ponggol.
Seperti biasa setelah kami mengambil alang-alang kami beristirahat dan kami baru pulang pada sore hari setelah itu kami mandi,makan malam bersama setelah itu kami melakukan evaluasi seperti biasa.Evaluasi hari itu sungguh menarik kami merasa warga desa telah menrima kami dengan baik dan membandingkan kehidupan di kota(lingkungan kami) dengan kehidupan di desa.
Pada malam hari bapak dengan menarik menceritakan kehidupan di desa yang sangat menarik dan unik,bersama ibu dan mba ana kami mendengar cerita yang menarik.Selain itu beliau juga mencertiakan pengalaman semasa hidupnya.Banyak pelajaran yang dapat kami petik dari bapak.Cerita pengalaman dan kehidupan desa yang membuat saya merasa tertarik.
Pada hari ketiga kami mendapat kesempatan untuk ikut mencabut bibit padi yang nantinya akan ditanam di sawah yang baru saja bajak kemarin dan diairi pagi ini.Sebuah pengalamn yang unik karen selama ini saya hanya bisa melihat orang mencabut bibit padi tanpa pernah merasakannya.
Setelah itu kami pulang dan beristirahat sejenak sebelum akhirnya pada siang harinya kami menuju kascing yaitu sebuah tempat pengolahn pupuk oraganik untuk yang terbuat dari kotoran sapi,yang di beri potongan tunas pisang yang kemudian akan menjadi habitat cacing dan cacing ini yang berfungsi membuat gembur dan mengubah kotoran tersebut menjadi pupuk.Kami diajari cara pembuatan pupuk ini secara sederhana.Selain itu latar belakang dan ide usaha para pemuda ini,ternyata ide ini milik Romo yang mencoba mencarikan usaha dan pekerjaan bagi pemuda desa.Saya berada di kascing sampai sore sebelum akhirnya pulang.
Pada hari berikut,kami bangun pukul 05.30,setelah itu kami bersiap-siap untuk pergi ke kapel untuk melaksanakan Misa sebagai wujud syukur terhadap kelancaran kegiatan live in kali ini,selain itu sebagai ucapan terima kasih dan pamit kepada warga dan Romo.
Sepulang dari Kapel kami ikut bapak untuk mencangkul di kebun.Kira-kira pukul 10.00 kami pulang.Setelah itu kami mandi dan menyantap hidangan ,dan beristirahat.
Pada pukul 01.00 kami berpamit dengan keluarga,dengan sedih kami meninggalkan ‘rumah sementara’ kami.Bapak berpesan kepada saya untuk jangan sedih dan bapak berharap saya akan kembali ke desa lagi,maka dengan terbuka bapak akan menyambut kami layaknya anaknya.
Sebelum perjalanan pulang kami berpamit bersama dengan Kepala Desa dan Romo,lalu Romo memberi wejangan dan salam selamat tinggal kepada kami,doa dan berkat Romo panjatkan kepada Tuhan mengiringi kepregian kami semua,Romo juga mewakili seluruh warga desa
Pukul 02.00 bus berangkat dan meninggalkan desa yang sangat terkenang di hati ini dengan baik.Sangat sedih rasanya meninggalkan keluarga,kehidupan,lingkungan,dan segala sesuatunya di desa ini.
Sebuah kegiatan yang memberi kami secara keseluruhan hidup yang saling kekeluaragaan,rukun,saling menghoramti,kesederhanaan.Beberapa nilai kehidupan yang tak akan pernah saya dapat secara langsung di lingkungan kami.Selain itu pengalaman untuk hidup mandiri menjadi bekal yang tak akan pernah kami tinggalkan.
Berbagi cerita mengenai pengalamanku menikmati liburan Natal dan Tahun Baru... Perjalanannya naik mobil travel dari Timur ke Barat, Barat ke Timur, dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, naik bukit, turun bukit, pokoknya bagi yang belum ahli, jangan mencoba ini di rumah karena dijamin mual..... 27 Desember, akhirnya aku sampai di kota Yogyakarta. Di kota ini selain terkenal dengan budayanya yang cukup kental, makanan2 yg enak, dan kerajinan tangannya yg menarik ternyata ada juga hal yg unik... Klo diperhatikan motor2 di sini mayoritas hanya memiliki 1 spion.... Kenapa bisa gitu ya?? Saya sendiri juga bingung, apakah hanya sekedar untuk gaya2an atau ada alasan lain... Selain itu, di kota lain, Brebes, sangat banyak penjual bawang merah n telor asin berjajar di sepanjang jalan, itulah yang menjadi ciri khas dari kota ini.... Di kota Subang, saya melihat hutan jati yg cukup luas di kanan kiri jalan, saya juga melihat banyak pedagang rambutan yg sedang menjajakan jualannya... Sebenarnya masih ada beberapa kota lagi yang telah saya lihat dengan keunikannya masing2, seperti misalnya mayoritas masyarakatnya sebagai pembuat tambang, dan kota dengan ribuan pohon karetnya.... Berhubung saya buta arah, jadi saya lupa dengan nama2 kota tersebut....hehehehe Bila ada teman2 lain yang tahu dengan keunikan kota lain bisa di tambahkan d tulisan saya ini....
Semuanya bermula dari temen g yg bernama Rafael, atau yg lebih akrab di panggil Bank Raf, "Bank" pake "k" ga pake "g", inget itu.... Yah, 4 bulan lebih g kenal tuh orang.... Awalnya g kira dia tu orangnya kejam, bengis, sangar, suka mukulin orang.... Secara...dari tampang tuh dah mendukung banget, wajah bulat, hitam tp ga manis, rambut keriting, dah cocok bgt dah jd preman... Stelah skian lama g knal tu orang, ternyata anggapan awal g tu salah, dibalik wajahnya yg bengis, ternyata orangnya melankolis. Walau terlihat kejam, terntaya, dy bisa bikin hati tentram.... Satu hal lain yg mesti u tau ttg dy, dy adalah NETRALIZER sejati..... Salut g sama dy, smua lagu2 band netral dy tau, info2 ttg netral dy tau semua..... Entah kenapa, kesukaannya terhadap netral bisa mempengaruhi g n temen2 g.... Sebut saja temen g yg bernama Alvin, awalnya dy ga tau sama sekali soal netral, tp setelah dikenalin lagu2 netral sama Raf, dy jd suka banget.... Pernah si Alvin coba menyanyikan 1 lagu netral judulnya Terbang Tenggelam..... "KUINGIN TERBANGGGG....DAN...TENGGELAMMM......" Yah, walaupun nadanya E semua, tp dihargainlah usahanya.... G pun turut penasaran, kayak apa c enaknya, langsung aj dah g download lagu2 netral, ga tanggung2 hampir 20 lagu g download, kyk ayam lg bengong g tunggu tu downloadnya.... Ternyata lagunya asik2 jg, beatnya pas sm g, walaupun kadang2 Bagus, vokalisnya agak2 gmn gt nyanyinya, kyk misalnya pas lagu Desaku.... CaBul (Cahaya Bulan), Cinta Gila, Hari yang Indah, Kecoa dan Kupu2, dll, semuanya oke2, T.O.P.B.G.T dah.... Dan sedikit2 rasanya g mulai suka, gejala2 apakah ini??? Tanya kenapa????
NB: Klo u pengen tau yg mana orangnya bisa liat followers g yg namanya Bankraff Beding.
Tyke kecil adalah singa yang diselamatkan ketika baru lahir dari induknya. Sang induk diambil dari habitatnya dan ditempatkan di sebuah kebun binatang. Mungkin ia marah karena dikandangi dan dijauhkan dari alam yang indah, maka singa itu membunuh anak-anaknya ketika baru dilahirkan. Untungnya, Tyke Kecil yang baru lahir dapat diselamatkan oleh George dan Margaret Westbeau, sepasang suami istri pencinta binatang. Ia kemudian dibawa ke peternakan mereka, Hidden Valley Ranch (Peternakan Lembah Tersembunyi). Di sana Tyke Kecil digabungkan dengan binatang-binatang lain termasuk kuda, lembu, ayam, burung merak, anak kucing, dan anjing. Hidden Valley Ranch terletak dekat Green River di negara bagian Washington dan dikelola oleh George serta Margaret Westbeau. Tempat itu didirikan sekitar tahun 1957. Penghuni Hidden Valley diantaranya anak singa, anak domba, anjing, kucing, ayam, dan kijang. Mereka hidup berdampingan satu sama lainnya. Teman kesayangan dan teman dekat Tyke Kecil adalah Becky, seekor anak domba. Sebuah foto yang menggambarkan Tyke Kecil dan Becky yang sedang berbaring bersamaan telah memberi inspirasi kepada orang lain untuk melihat dunia dengan cara baru. Tyke Kecil menolak semua daging binatang sejak ia lahir. Makanan khusus bagi singa vegetarian ini terdiri dari berbagai macam biji-bijian, dipilih untuk protein, kalsium, lemak, dan seratnya. Margaret selalu memasak makanan untuk beberapa hari di muka. Pada saat sarapan, dua genggam biji-bijian yang sudah dimasak bersama dengan satu setengah galon susu diberikan kepada Tyke Kecil dengan seporsi makanan lezat. Boneka karet kegemarannya harus selalu ada di sampingnya! Tyke Kecil menolak untuk mengunyah tulang apapun. Karena itu, untuk menguatkan gigi dan gusinya, perawatnya harus memberi aroma pada sepatu bot karet agar ia mau mengunyahnya. Menurut pengamatan George terhadap singa betina itu, ” Untuk mengisi perutnya, ia harus menghabiskan waktu satu jam untuk memakan rumput tinggi yang segar di lapangan.” dia menerima dan memberi makanan kepada Little Tyke sebagai binatang vegetarian setelah ia membaca ayat kejadian 1:30 : ”Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala timbuh-tumbuhan menjadi makanannya: dan jadilah demikian.” Ayat lain di Yesaya 11:7 dan 65:25 juga menguatkan nubuat ini, ” Lembu dan beruang akan bersama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedangkan singa akan makan jerami seperti lembu.” Sayang sekali ketika menghabiskan waktunya tiga minggu di Hollywood untuk sebuah pertunjukan, Tyke Kecil terkena radang paru-paru yang disebabkan oleh virus. Penyakit itu mengambil nyawanya beberapa minggu kemudian pada usia 9 tahun. Kehidupannya telah berakhir, tetapi semangatnya tetap hidup. Tyke Kecil mencerminkan kasih sayang dan perhatian yang ia berikan sejak hari pertama dalam kehidupannya. Berikut ini merupakan kutipan dari Alkitab tentang kerajaan yang damai dan harmonis antara mahkluk hidup: Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. (Yesaya 11:6). Ini menunjukkan bahwa manusia bertanggungjawab terhadap alam dan memainkan peran khusus dalam rencan Tuhan untuk dunia. Yahudi, Kristen, dan Muslim - semua agama yang bersumber dari Abraham – mewariskan ajaran keteladanan melalui buku sucinya mengenai diet Taman Firdaus yang berdasarkan kasih dan hormat bagi seluruh mahkluk hidup (lihat kejadian 1:29, 9:2-4, Yesaya 11:6-9). Tuhan menciptakan binatang untuk menenmani manusia. Cerita mengenai Tyke Kecil dapat menyadarkan manusia bahwa kerajaan yang damai itu benar-benar ada. Hubungan kita dengan binatang seharusnya mulia, terpelihara dengan ketulusan hati, keseimbangan, dan keindahan dari masyarakat menurut kodratnya. ’Cara Hidup Alternatif’ Guru dapat membawa dunia ini untuk merangkul semua mahkluk hidup dan mengembangkan sifat dasar kita yang welas asih, damai, adil, dan cinta kebaikan.
Dikutip dari Majalah Berita The Supreme Master Ching Hai No. 176
Dewasa ini pendidikan di Indonesia sudah cukup memadahi. Hal ini dapat kita lihat dari tersedianya tenaga-tenaga pengajar yang profesional serta sarana dan prasarana yang berkualitas. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini banyak terdapat sekolah-sekolah yang bertaraf internasional. Begitu pula dengan sistem pendidikan yang lebih maju dan terarah. Dengan adanya faktor-faktor tersebut diharapkan dapat menghasilkan calon-calon penerus bangsa yang berkualitas yang dapat membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Namun ternyata apa yang kita harapkan sepertinya sulit untuk menjadi kenyataan. Sekolah sebagai tempat menuntut ilmu justru dijadikan tempat untuk bermain agar terbebas dari omelan orang tua ataupun dari tugas-tugas rumah lainnya. Selain itu pula, di sekolah siswa lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk mengobrol dengan teman, tidak memperhatikan pelajaran dengan serius. Apabila demikian, apakah bisa menciptakan generasi muda yang berkualitas? Para siswa umumnya tidak menanggapi pelajaran di sekolah dengan serius. Mereka pun juga tidak mengerjakan tugas ataupun ulangan dari guru dengan baik dan dengan cara yang benar. Mereka mengerjakan tugas dengan seenaknya, seperti contohnya PR. Tugas yang seharusnya dikerjakan di rumah tetapi justru mereka mengerjakannya di sekolah pada pagi hari dan menyontek pula. Hal ini menunjukkan rendahnya minat siswa untuk mau serius dalam menanggapi pelajaran di sekolah. Menyontek adalah salah satu kebiasaan dari jaman nenek moyang yang sulit sekali dihilangkan. Padahal menyontek, terutama pada saat ulangan itu merupakan perbuatan yang merugikan diri kita sendiri. Apabila kita ketahuan menyontek oleh guru maka kita pasti akan mendapat hukuman. Hukuman akan diberikan bertahap, dari mulai kertas ulangan dirobek hingga dikeluarkan dari sekolah. Selain itu pula, kita hanya membuang waktu dan energi apabila kita menyontek. Waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk belajar tetapi justru kita gunakan untuk membuat contekan. Segala cara bisa kita gunakan untuk menyontek, seperti menulis di meja, ataupun di kertas kecil, atau kerja sama dengan siswa lainnya. Namun ternyata, yang kita lakukan hanya membuang-buang tenaga. Tenaga yang kita keluarkan untuk berpikir juga kita gunakan untuk kerja sama dengan teman. Apabila kita dihukum guru karena menyontek, kita pasti akan malu begitu juga dengan orang tua kita. Orang tua dianggap tidak dapat mendidik anaknya dengan benar. Perlu diketahui menyontek berarti mencuri. Bila dari awal kita sudah mencuri maka akhirnya nanti kita akan korupsi dan hukuman yang akan kita terima akan lebih berat lagi. Maka janganlah kita menyontek, berusahalah untuk belajar lebih giat. Biarpun nilai yang didapat itu jelek, hal itu jauh lebih terhormat daripada mendapat nilai bagus dari hasil menyontek. Masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda. Diperlukan generasi muda yang bijak dan berkualitas yang dapat membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, tinggalkan kebiasaan menyontek mulai dari sekarang.
Ini pertama kalinya g buat blog, cuma g bingung mesti g apain tu blog…(maklum…masi awam, bos..)
Jam menunjukkan pukul 22.00..(aduh..dah ngantuk ni) biarpun bgtu g tetep smangat ngebuat blog, coba tuk desain sndiri, biarin aj lah walaupun isinya cuma kyk gt aj, ah yg penting ada dlu, gt pikir g…
Koq u niat amat bikin blog?? Terpengaruh Raditya Dika ya, buat diary dirinya di blog, trus dijadiin buku, bukunya best seller lg...wow..
Sbenernya c g ga terlalu terpengaruh sama dia, cuma ada temen g yg mank jg bikin blog n dia bilang terpengaruh sama Raditya Dika...moga2 dy jg bisa sukses kyk dia ya....Aminnn...
G tu penasaran aj, blog tu kyk gmn c n knp orang pd buat blog, trutama tmen2 g, apa mungkin mereka d karuniai bakat nulis yg super duber ya jd ad aj gt ide2 yg bisa d tuangin ke blog...
Biarkanlah..itu kan mereka >.<.....
Nah, makanya karena g pengen mngungkapkan rasa penasaran g, makanya g ngebuat blog ini...
Smoga aj ad ide2 cemerlang yg bisa g ungkapkan dalam blog g ini...
Mohon dukungannya ya tman2, guru2, tetangga2, n blogger2 skalian....